Pembangunan Dunia dalam Konteks Sejarah

Asal-mula Dunia Kontemporer
Abad ke-15
Abad ke-15 ini merupakan awal kejayaan Spanyol dan Portugis, dan dengan itu pula menandakan permulaan suatu perekonomian dunia yang terpadu. Pada abad ini pula bangsa Arab melancarkan pengaruh yang sangat besar atas rute perdagangan dunia yang utama. Kemudian, terjadi perkembangan dalam persenjataan, pembangunan kapal, dan navigasi Eropa membantu penjelajah orang-orang Iberia.

Abad ke-16
Pada awal abad ini, Portugis telah menjelajahi beberapa bagian Hindia Belanda Timur. Kejayaan Portugis didasarkan pada serangkaian tempa-tempat perdagangan, yang dirancang terutama untuk mengendalikan lau-lintas rempah-rempah, dan belakangan perdagangan budak. Sedangkan bangsa Spanyol didasarkan pada penambangan logam-logam mulia di Amerika Tengah dan Andes, sementara pertambangan maupun perkebunan yang mensuplai pangan mereka dikerjakan dengan kerja paksa. Pada akhir abad ke-16 sering dianggap sebagai periode kontraksi dan kemerosotan setelah ekspansi kekuatan-kekuatan Eropa yang cemerlang lama sebelum abad ke-16. Namun, pada akhir abad ke-16 hingga pertengahan abad 17 bagi belanda masa itu merupakan zaman ekspansi yang menjadi awal fase pertama kolonisasi Belanda. Adanya persatuan propinsi Belanda (Dutch United Provinces) yang merupakan suatu koalisi longgar dari 7 propinsi, mendorong lahirnya suatu pemerintahan yang lebih mantap dibandingkan dengan struktur kekuasaan lawan-lawannya di Eropa. Akae ekspansi Belanda terletak dalam organisasi produksi agro-industri yang efisien.
Abad ke-17
Abad ini sering disebut sebagai zaman merkantilisme dengan pandangan ekonomi yang nasionalis dan perekonomian yang didasarkan pada sirkulasi komoditi. Namun, walau Belanda merupakan kekuatan utama pada zaman itu, kebijaksanaan negaranya mencerminkan kombinasi perdagangan bebas dan proteksionisme. Kompleks agro-industri yang efisien yang dikembangkan oleh Belanda pada akhirnya menumbuhkan (dan pada gilirannya dikembangkan melalui) kejayaan bidang pengangkutan, perdagangan dan keuangan yang efisien yang mencakup dunia. Didasarkan pada produksi perikanan, perekonomian Belanda meluas kepada tanaman industri dan mendirikan industri-industri tekstil dan kapal yang efisien. Belanda memiliki dua perusahaan perdagangan, yaitu VOC yang didirikan pada tahun 1602, dan West India Company yang dibentuk pada tahun 1621. West India company jauh kurang berhasil dibandingkan dengan VOC, meskipun berjasa karena telah mempelopori perdagangan segitiga Atlantik yang terkenal jahat: mengapalkan budak-budak dari Afrika Barat untuk mengerjakan perkebunan-perkebunan tebu di Karibia dan Amerika Selatan, mengekspor gula ke Eropa, dan produk-produk pabrik serta senapan dijual ke Afrika Barat. Berbeda dengan itu, VOC memiliki tugas utam yaitu mengambil rempah-rempah yang dihasilkan di pulau-pulau yang kini dikenal sebagai Maluku yang dicapai dengan berbagai cara. Pada akhir abad 17 hingga awal abad ke 18 menunjukan adanya konsolidasi perekonomian dunia yang didominasi oleh perdagangan Eropa khususnya Inggris yang hubungannya sedang berkembang dengan benua Amerika.


Abad k-18

Abad ke 18 merupakan perubahan besar dalam ciri kekuatan-kekuatan kolonial yang disebut dengan neokolonialisme, yang berada di tangan kelas kapitalis protoindustri yang baru tumbuh. Di satu pihak abad ini merupakan suatu periode eksplorasi dan ekspansi dalam mengenal bumi ini. Di tempat-tempat kekuatan Spanyol, Portugis dan Belanda tidak berhasil menciptakan kapitalisme industri, para saudagar Inggris yang mempunyai dampak besar terhadap perdagangan dunia pada abad ini mencapai keberhasilan melalui penjualan barang-barang pabrik Inggris maupun dengan emas Spanyol yang mereka rebut dan monopoli mereka dalam perdagangan budak. Namun, bidang manufaktur Inggris pada dua pertiga abad ini jauh lebih lemah jika dibandingkan dengan setelah Revolusi Industri. Revolusi Industri membawa perubahan pada kedudukan Inggris dalam perekonomian dunia. Komoditi yang paling nyata menandakan perubahan ini adalah kapas. Impor kain-kain mori dari India ke Inggris dilarang pada tahun 1700 demi melindungi industri lokal. Menjelang akhir abad ke 18 berkembang inovasi teknologi yang sederhana tetapi penting, yaitu mesin pemintal (tahun 1760-an), water frame (tahun 1768) dan mesin pemintal kapas (mule) (tahun 1780-an). Dengan perkembangan tersebut menghasilkan fase tekstil dalam industrialisasi Inggris.
Abad ke-19
Inggris memantapkan monopoli atas industri dan bergerak memasuki ruang kosong dalam perdagangan internasional, yang dipaksakan melalui pengawasan laut oleh angkatan laut Inggris pada abad ke 19 ini. Pada tahun 1830-an dan 1840-an industrialisasi tekstil menghadapi krisis dan para kapitalis industri semakin berpaling kepada batubara, besi, dan produksi industri berat. Pertengahan abad ini sifat saling melengkapi antara bengkel dunia dan perekonomian yang menghasilkan barang-barang primer mulai berdiferensiasi. Sekalipun ekspor ke dunia maju tetap besar, mereka cenderung tidak berkembang atau merosot. Sebaliknya dunia terbelakang setahap demi setahap didesak menjadi pelengkap yang permanen dari sistem pereokonomian, yang bersifat industri, dan yang lain didasarkan pada produk-produk primer. Penggalan kedua abad 19 menandakan awal fase lain dalam sejarah dunia. Inggris memasuki depresi besar tahun 1873-96 sebagai kekuatan industri dunia yang utama. Ia tidak pernah memulihkan kembali pada kedudukan semula karena mulai tahun 180-an Amerika Serikat dan Jerman muncul sebagai kekuatan-kekuatan industri yang utama, khususnya dalam produksi baja. Masa ini disebut juga sebagai awal zaman imprealisme.

Menuju Perekonomian Dunia Mulltikutub
Setelah Perang Dunia Kedua muncullah dekolonisasi dan kemerdekaan politik, dan bersamaan dengan itu berkembanglah negara-negara sosialis di Asia, Amerika Latin dan Afrika. Mayoritas dari koloni-koloni yang baru bebas tetap berada dalam kelompok perekonomian dunia kapitalis. Selain itu, sejumlah pemimpin berpengaruh termasuk Nkhrumah, Soekarno dan belakangan Nyerere bermain dengan teori-teori sosialisme.

Ketimpangan Ekonomi
Kendati laju pertumbuhan yang tinggi di bagian-bagian dunia ketiga, terdapat ketimpangan yang sedang berkembang dalam distribusi kekayaan.

Ketimpangan Sosial
Pada negara-negara berpendapatan rendah ditemukan tingkat melek huruf untuk orang dewasa yang rendah, konsumsi energi per kapita yang rendah, harapan hidup sejak lahir sebesar 24 tahun, lebih pendek jika dibandingkan dengan orang di negara industri, jumlah penduduk yang sangat besar, tingkat masuk sekolah dasar yang rendah, juga suplai kalori harian hanya 91 persen dai yang dibutuhkan untuk mendukung seseorang pada tingakt kegiatan dan kesehatan. Terdapat beberapa indikator lain dan sebagian besar berlawanan dengan negara-negara berpendapatan rendah dan menengah: di antara yang lebih penting adalah masalah penindasan politik dan perjuangan untuk keadilan sosial di Argentina, Chile, Aghanistan dan Malaysi, serta kerusakan lingkungan daerah-daerah yang pernah merupakan hutan di Nepal dan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: