Archive for Geografi Untuk Sekolah

Kisi-Kisi UN Geografi SMA tahun 2009/2010

Untuk siswa/i tingkat SMA yang sebentar lagi mau pada ujian nasional.. bisa belajar dari rangkuman di bawah ini :

klik : persiapan UN (Repaired) untuk mendownload

soal-soal prediksi UN geografi SMA

klik disini untuk dapatkan soal prediksi

prediksi-un-geo-1

Perkakas ‹ Geo05friends’s Blog — WordPress

Belajar itu perlu

SUMBER DAYA ALAM

SUMBER DAYA ALAM (SDA)

taniSumber daya alam (natural resource) adalah segala potensial alam yang dapat dikembangkan untuk proses produksi. Sumber daya alam dapat digolongkan menjadi beberapa kategori, antara lain berdasarkan kemungkinan pemulihannya, sifatnya dan lokasinya.

Keberadaan sumber daya alam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain berikut ini :
1. Secara atronomis, Indonesia yang terletak di daerah tropika dengan curah hujan yang tinggi menyebabkan aneka ragam jenis tumbuhan dapat tumbuh subur. Oleh karena itu, Indonesia kaya akan berbagai jenis tumbuhan.
2. Secara geologis, Indonesia terletak pada pertemuan jalur pergerakan lempeng tektonik dan pegunungan muda, yaitu sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania. Letak geologis Indonesia menyebabkan di Indonesia banyak dijumpai rangkaian gunung aktif sehingga memungkinkan terbentuknya berbagai macam sumber daya mineral yang potensial untuk dimanfaatkan.
Pengelolaan sumber daya alam pada prinsipnya dilakukan dengan empat tindakan sebagai berikut :
1. Konservasi dengan cara menghemat, memperbaiki, menghentikan pemborosan, dan menjaga/merawat.
2. Relese (penggunaan ulang).
3. Recycling (daur ulang).
4. Population control (mengatur pertumbuhan konsumen sumber daya alam).
Di Indonesia pengelolaan sumber daya alam mengacu pada hukum dan undang-undang yang berlaku, antara lain UU No. 11 Tahun 1974 dan UU No. 4 Tahun 1982.
UU No. 11 Tahun 1974 tentang pengairan mengatur kelestarian air dan sumber-sumber air. Kelestarian air harus dijaga, dilindungi, dan dipertahankan, antara lain dengan cara sebagai berikut :
1. Melakukan usaha penyelamatan tanah dan air.
2. Melakukan pengamanan dan pengendalian daya rusak air, sumber-sumber air, dan daerah sekitarnya.
3. Mencegah terjadinya pencemaran air yang dapat merugikan pengguna dan lingkungannya.
UU No. 4 Tahun 1982 adalah tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup. Tujuan pengelolaan lingkungan hidup antara lain sebagai berikut :
1. Penyelarasan hubungan antara manusia dan lingkungannya sebagai salah satu bagian dari tujuan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
2. Pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dan terkendali.
3. Pembentukan manusia Indonesia yang cinta lingkungan dan berperan sebagai pembina lingkungan hidup melalui pendidikan lingkungan hidup, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
4. Pembangunan berwawasan lingkungan demi kepentingan generasi sekarang dan mendatang.
5. Perlindungan negara dari berbagai pengaruh luar yang dapat merusak dan mencemarkan lingkungan.

Sumber Daya Tanah
Tanah merupakan merupakan faktor penting bagi kehidupan. Tanah mampu menyimpan air dan zat-zat makanan yang diperlukan tumbuhan. Selain itu, tanah juga merupakan lahan penting bagi usaha pertanian, peternakan, perkebunan, dan pemukiman.
Tanah di suatu daerah berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh :
1. batuan induk yang berbeda
2. perbedaan curah hujan
3. lama penyinaran oleh matahari yang berbeda
4. perbedaan ketinggian tempat
5. jenis tumbuhan

Jenis-jenis tanah di Indonesia antara lain :
1. Tanah kapur/mediteran adalah tanah yang berasal dari pelapukan batuan kapur. Tanah ini cocok ditanami pohon jati seperti di daerah Pegunungan Kendeng.
2. Tanah merah (terra rosa) terjadi karena pelapukan batuan breksi yang berasal dari gunung api. Warnanya kemerah-merahan karena banyak mengandung unsur yang baik untuk pertanian.
3. Tanah laterit adalah tanah yang terbentuk dari bahan organik dengan daya serap mudah. Sifat tanah laterit kurang subur. Jenis tanah ini banyak diusahakan untuk tanaman palawija, hortikultura, dan perkebunan karet.
4. Tanah vulkanik adalah tanah yang terjadi dari pelapukan batuan vulkanis (dari abu dan lahar gunung api) yang bersifat subur. Tanah ini cocok untuk pertanian dan perkebunan. Daerah persebarannya meliputi Jawa, Sumatera Utara, Bali, Lombok, dan Nusa Tenggara Barat.
5. Tanah gambut/organosol adalah tanah yang berasal dari sisa tumbuhan yang membusuk. Tanah ini terutama terdapat di daerah yang berawa-rawa. Ciri tanah gambut adalah becek dan kurang subur.
6. Tanah podzol terbentuk karena proses pencucian dan curah hujan yang tinggi. Jadi, tanah ini seperti tanah laterit, tetapi suhunya rendah dan warnanya pucat. Tanah podzol kurang subur untuk pertanian. Tanah ini terdapat di pegunungan-pegunungan tinggi.
7. Tanah humus terdapat di daerah yang tanahnya tertutup vegetasi. Warnanya kehitam-hitaman dan baik untuk pertanian.
8. Tanah mergel adalah percampuran tanah liat, kapur, dan pasir. Tanah mergel tidak subur, tetapi masih dapat ditanami pohon jati.

Sumber Daya Air
Air merupakan sumber daya alam yang sangat diperlukan dalam kehidupan. Di permukaan bumi air dapat dibedakan atas air tanah, air sungai, air danau, air hujan dan air laut. Secara alamiah sumber-sumber air tersebut dapat diperbaharui karena air mengalami suatu siklus.
Sumber daya air dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, antara lain sebagai berikut :
a. Irigasi untuk areal persawahan.
b. Kegiatan perikanan dengan menggunakan air tawar atau air payau.
c. Pembangkit tenaga listrik, yaitu dapat dilakukan dengan cara membuat bendungan terhadap sungai yang volumenya besar.
d. Air tanah digunakan penduduk untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
e. Wilayah laut Indonesia yang luas sangat potensial untuk dikembangkan sebagai tempat pariwisata dan olahraga.

Sumber Daya Udara
Udara terdiri atas berbagai unsur yang merupakan sumber kehidupan. Unsur-unsur yang terdapat di dalam udara antara lain oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida. Udara yang diperlukan oleh mahluk hidup adalah udara yang bersih dan sehat (tidak tercemar). Manfaat udara antara lain :
1. Dalam bidang fisika, udara dimanfaatkan untuk pengantar gelombang radio dan TV.
2. Udara berperan menyerap panas sinar matahari.
3. Udara yang telah terakumulasi dalam cuaca sangat menentukan jenis tumbuh-tumbuhan yang cocok di suatu tempat.
Selain manfaat di atas, gerakan udara (angin) memiliki manfaat sebagai berikut :
1. Angin mampu menggerakkan kincir untuk menaikkan air tanah.
2. Di bidang penerbangan, angin dapat mempengaruhi naik dan turunnya pesawat terbang.
3. Kecepatan angin dapat digunakan sebagai pedoman tentang cuaca yang terjadi di suatu tempat.
4. Di bidang olahraga, angin digunakan untuk berlayar di laut.
5. Angin yang berasal dari lautan luas dapat mendatangkan hujan.
Cara-cara yang dapat digunakan dalam pengelolaan udara antara lain sebagai berikut :
1. Menekan pertumbuhan populasi manusia serta memperkecil penghamburan dan penggunaan energi di pabrik atau mobil untuk mengurangi polusi udara.
2. Mengganti energi minyak dengan sumber energi lain, misalnya cahaya Matahari, angin, dan panas bumi.
3. Memperkecil penggunaan mobil pribadi dan mengutamakan angkutan massal.
4. Memasang penyaring pada cerobong asap pabrik untuk mengurangi terjadinya polusi.

Sumber Daya Hutan
Hutan merupakan areal tanah yang di atasnya ditumbuhi berbagai jenis dan ukuran tumbuhan. Berbagai jenis tumbuhan tersebut memberikan banyak manfaat bagi manusia sebagai sumber penghasil kayu dan hasil hutan lainnya, serta sumber yang dapat mempengaruhi iklim dan tata air di sekitarnya. Hutan mempunyai peranan penting dalam menjaga kelestarian ekosistem dan manusia. Oleh karena itu, pemanfaatan hutan harus selalu mengacu pada pertimbangan ekologis. Hal itu karena hutan mempunyai fungsi ekologis antara lain sebagai berikut :
1. Hutan merupakan paru-paru dunia karena dalam proses fotosintesis daun-daun akan mengisap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen. Oleh karena itu, keberadaan hutan dapat menjaga kestabilan oksigen di udara.
2. Hutan dapat menahan erosi karena laju aliran permukaan dihambat oleh akar-akar pohon. Selain itu, air dapat dengan mudah meresap ke dalam tanah sehingga dapat menjaga tata air tanah.
3. Hutan merupakan habitat bagi kelestarian flora dan fauna yang ada di dalamnya.

Sumber Daya Mineral
Sebagian besar kawasan Indonesia terdiri atas pulau-pulau yang dilalui jalur gunung api, baik sistem pegunungan sirkum Pasifik maupun sirkum Mediterania. Kedua jalur gunung api tersebut mempengaruhi terbentuknya magma dan berbagai mineral yang terletak pada tubuh gunung berapi.
Kepulauan Indonesia dihubungkan oleh laut dangkal sebagai tempat hidup plankton yang merupakan bahan dasar tambang minyak, gas bumi, aspal. Oleh karena itu, Indonesia kaya dengan bahan tambang tersebut.

PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM
Pertanian dan Perkebunan
Pertanian didefinisikan sebagai suatu kegiatan bercocok tanam untuk menghasilkan bahan pangan. Dalam arti luas, pertanian adalah semua kegiatan yang meliputi pertanian, perikanan, dan kehutanan untuk memperoleh suatu hasil.
Kegiatan penduduk Indonesia di bidang pertanian rakyat dan pertanian perkebunan.
1. Pertanian rakyat adalah yang dikerjakan oleh rakyat. Usaha pertanian rakyat sering disebut pertanian kecil. Ciri pertanian rakyat, antara lain sebagai berikut :
a. hasilnya untuk memenuhi kebutuhan sendiri
b. diusahakan oleh rakyat
c. modal kecil dan alat sederhana
d. jenis tanaman utamanya bahan makanan pokok
2. Pertanian perkebunan adalah kegiatan pertanian yang mengutamakan pertanian perdagangan dan diusahakan oleh perorangan atau suatu lembaga. Ciri-ciri pertanian perkebunan, antara lain sebagai berikut :
a. modal besar
b. lahan luas
c. hasilnya untuk perdagangan atau ekspor
d. menggunakan alat-alat modern
e. bersifat monokultur (tanaman sejenis)

Perikanan
Perikanan adalah usaha yang menyangkut penangkapan dan budi daya ikan. Membudidayakan ikan dapat dilakukan dengan menabur benih, memelihara, menangkap dan mengelola lebih lanjut. Usaha perikanan dapat dilakukan di perairan darat dan laut. Perbedaan perikanan laut dan darat adalah tempat, jenis ikan, dan sarana penangkapannya. Kendala-kendala yang dihadapi dalam bidang perikanan, antara lain sebagai berikut :
1. Tingkat konsumsi ikan oleh masyarakat Indonesia rendah.
2. Alat-alat penangkap ikan, baik secara kuantitas maupun kualitas terbatas.
3. Tingkat pencemaran air yang mengancam kehidupan ikan darat dan ikan laut makin tinggi.
4. Kreativitas nelayan dalam mengelola ikan pascapenangkapan rendah.
5. Industri pengolahan hasil perikanan terbatas.
6. Para pencari ikan menggunakan cara-cara tidak bijaksana, misalnya menggunakan aliran listrik dan bom.

Peternakan
Peternakan adalah usaha memlihara dan mengembangbiakkan hewan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Jenis peternakan di Indonesia ada tiga yaitu peternakan hewan besar, hewan kecil, dan unggas.
Peternakan hewan besar terdiri dari sapi, kerbau, dan kuda. Peternakan hewan kecil terdiri dari kambing, domba, dan babi. Sedangkan peternakan unggas terdiri dari ayam, itik, dan burung.
Usaha peternakan di Indonesia dapat berkembang dengan baik karena adanya faktor-faktor pendukung berikut :
1. meningkatnya kebutuhan protein hewani oleh penduduk
2. meningkatnya kegiatan industri yang mengolah hasil ternak
3. keadaan iklim yang memenuhi syarat untuk jenis ternak tertentu
4. terbukanya peluang ekspor hewan ternak ataupun hasil ternak
5. tersedianya bahan makanan ternak yang cukup
6. daerah padang rumput yang luas

Pertambangan
Pertambangan adalah suatu kegiatan yang meliputi persiapan dan pengmbilan untuk pengolahan lebih lanjut dari tambang berupa benda padat, cair, dan gas. Usaha pertambangan meliputi eksplorasi dan eksploitasi.
1. Eksplorasi adalah penyelidikan tempat-tempat yang mengandung barang tambang beserta jumlah dan mutunya.
2. Eksploitasi adalah penggalian dan pengolahannya.
Menurut Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1980, bahan tambang Indonesia dibagi menjadi tiga golongan, yaitu :
1. Golongan A (strategis) adalah bahan tambang yang mempunyai nilai strategis untuk pertahanan keamanan dalam perekonomian negara. Jenis bahan tambangnya, antara lain batu bara, minyak bumi, gas bumi, nikel, timah, dan aspal.
2. Golongan B (vital) adalah bahan tambang penting untuk memenuhi hajat hidup orang banyak. Jenis tambangnya, antara lain pasir besi, bauksit, tembaga, emas, dan perak.
3. Golongan C (bahan galian industri) adalah bahan tambang yang mempunyai sifat tidak memerlukan pemasaran secara internasional. Jenis bahan tambangnya, antara lain batu, pasir, tanah liat, kaolin, batu kapur dan pasir kuarsa.
Jenis dan pemanfaatan baran tambang di Indonesia antara lain sebagai berikut :
a. Minyak bumi, batu bara, dan gas bumi dapat digunakan sebagai sumber energi untuk keperluan bahan bakar.
b. Fosfat untuk pembuatan pupuk dan belerang untuk obat-obatan.
c. Sebagian barang tambang dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan, antara lain gamping, marmer, pasir, dan batu kali.
Perananan barang tambang telah memberikan andil yang tidak sedikit terhadap perekonomian Indonesia. Peranan tersebut dapat dilihat secara ekonomi sosial dan budaya.
Secara ekonomi, peranan barang tambang adalah
a. memenuhi kebutuhan industri dan energi dalam negeri.
b. Menjadi sumber devisa negara yang penting.
c. Mendorong aneka kegiatan ekonomi penduduk.
Secara sosial, peranan barang tambang adalah
a. Membuka lapangan kerja.
b. Mendorong kesempatan berusaha.
c. Mendorong perkembangan IPTEK.

Pariwisata
Keindahan alam Indonesia memiliki potensi yang sangat tinggi dalam pengembangan parwisata. Hal ini disebabkan kondisi alam dan sosial-budayanya yang unik dan beragam. Keunikan kondisi alamnya dipengaruhi oleh adanya pertemuan dua sistem kesatuan yaitu sistem sirkum mediteranian dan sistem sirkum pasifik. Dengan demikian bentukan-bentukan alam Indonesia sangat menarik untuk dijadikan obyek pariwisata. Kedudukan Indonesia yang tersebar di sekitar garis khatulistiwa dan beriklim tropis menjadikan negara ini kaya akan flora dan faunanya yang beraneka ragam sehingga berpotensi dalam wisata suaka alam. Kondisi masyarakat negara ini yang majemuk menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan manca negara.
Adapun jenis-jenis pariwisata yaitu sebagai berikut :
1. Wisata Budaya
Wisata ini merupakan wisata yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ke tempat lain, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan dan adat istiadat mereka, cara hidup mereka, budaya dan seni mereka.
2. Wisata Kesehatan
Wisata ini dimaksudkan dengan tujuan untuk menukar keadaan dan lingkungan tempat sehari-hari dimana ia tinggal demi kepentingan beristirahat baginya dalam arti jasmani dan rohani dengan mengunjungi tempat peristirahatan seperti mata air panas mengandung mineral yang dapat menyembuhkan, tempat yang mempunyai iklim udara menyehatkan atau tempat-tempat yang menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan lainnya.
3. Wisata Olahraga
Wisata ini dilakukan dengan tujuan berolahraga atau memang sengaja bermaksud mengambil bagian aktif dalam pesta olahraga di suatu tempat seperti Asian Games, Olympiade, Thomas Cup. Adapun macam cabang olahraga yang bukan tergolong ke dalam pesta olahraga atau games misalnya berburu, memancing, berenang, dan berbagai cabang olahraga dalam air atau di atas pegunungan.
4. Wisata Komersial
Dalam jenis ini termasuk perjalanan untuk mengunjungi pameran-pameran dan pecan raya yang bersifat komersial, seperti pameran industri, pameran dagang dan sebagainya. Pada mulanya banyak orang berpendapat bahwa hal ini tidaklah dapat digolongkan ke dalam dunia kepariwisataan dengan alas an bahwa perjalanan serupa ini hanya dilakukan oleh orang-orang yang khusus mempunyai tujuan-tujuan tertentu untuk urusan bisnis mereka belaka dalam pekam raya tersebut. Tetapi pada kenyataannya pameran-pameran atau pecan raya semacam ini banyak sekali dikunjungi oleh orang-orang kebanyakan dengan tujuan ingin melihat-lihat yang membutuhkan fasilitas sarana angkutan serta sewa akomodasi dengan redaksi khusus yang menarik.
5. Wisata Industri
Wisata industri dilakukan untuk peninjauan atau penelitian-penelitian di daerah perindustrian seperti pabrik-pabrik atau bengkel-bengkel besar. Wisata ini biasanya dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa.
6. Wisata Politik
Wisata ini dilakukan untuk mengunjungi atau mengambil bagian dengan aktif dalam pariwisata kegiatan politik seperti ulang tahun perayaan 17 Agustus di Jakarta, perayaan 10 Oktober di Moskow, penobatan Ratu Inggris dan sebagainya. Biasanya fasilitas akomodasi, sarana angkutan, dan atraksi beraneka warna diadakan secara megah dan meriah bagi para pengunjung, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
7. Wisata Konvensi
Wisata konvensi ini erat kaitannya dengan wisata politik. Dalam mengembangkan wisata ini terdapat beberapa Negara yang menyediakan fasilitas bangunan dengan ruangan-ruangan untuk bersidang bagi peserta suatu konferensi, musyawarah, konvensi atau pertemuan lainnya baik yang bersifat nasional maupun internasional.
8. Wisata Sosial
Wisata ini merupakan suatu perjalanan murah serta mudah untuk memberi kesempatan kepada golongan masyarakat ekonomi lemah yang dikelola oleh suatu organisasi.
9. Wisata Pertanian
Wisata ini adalah pengorganisasian perjalanan yang dilakukan ke proyek-proyek pertanian, perkebunan, ladang pembibitan dan sebagainya dimana wisatawan rombongan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan untuk tujuan studi maupun melihat-melihat keliling sambil menikmati segarnya tanaman beraneka ragam.
10. Wisata Bahari
Wisata jenis ini banyak berkaitan dengan kegiatan olahraga di air, memancing, berlayar, menyelam sambil melakukan pemotretan, berselancar, berkeliling melihat-lihat taman laut dengan pemandangan indah di bawah permukaan air serta berbagai rekreasi perairan yang banyak dilakukan di daerah-daerah maritim.
11. Wisata Cagar Alam
Untuk jenis wisata ini banyak diselenggarakan oleh agen atau biro perjalanan yang menghususkan usaha-usaha dengan jalan mengatur wisata ke tempat tau daerah cagar alam, taman lindung, hutan daerah pegunungan dan sebagainya yang kelestariannya dilindungi oleh undang-undang.
12. Wisata Buru
Jenis ini banyak dilakukan di negeri-negeri yang memang memiliki daerah atau hutan tempat berburu yang diizinkan oleh Pemerintah dan digalakkan oleh berbagai agen atau biroperjalanan.
13. Wisata Pligrim
Jenis wisata ini dapat dikaitkan dengan agama, sejarah, adat istiadat dan kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat. Wisata Pligrim banyak dilakukan oleh perorangan atau rombongan ke tempat-tempat suci, ke makam-makam orang besar, ke bukit atau gunung yang dianggap keramat dan beberapa tempat yang penuh legenda.
14. Wisata Bulan Madu
Wisata ini merupakan penyelenggaraan perjalanan bagi pasangan-pasangan pengantin baru ke suatu tempat yang indah bisanya dilakukan setelah sebulah pernikahan.

ANTOPOSFER

bwt-skul


Antroposfer adalah lapisan manusia dan kehidupannya di permukaan bumi.


Istilah-istilah yang berkaitan dengan kependudukan
1. Dinamika penduduk adalah perubahan penduduk yang disebabkan adanya kelahiran, kematian dan migrasi.

2. Transisi demografi adalah kondisi yang merupakan proses perubahan dari tingkat kelahiran dan kematian yang tinggi secara perlahan menuju ke tingkat menengah dan rendah.

3. Komposisi penduduk adalah penggolongan penduduk berdasarkan kriteria tertentu, seperti jenis kelamin, umur, pendidikan, mata pencaharian, agama, suku bangsa dan sebagainya.

Secara umum komposisi penduduk dibedakan menjadi empat macam, yaitu :
• Komposisi penduduk berdasarkan unsur biologi, contohnya menurut umur dan jenis kelamin.
• Komposisi penduduk berdasarkan unsur sosial, contohnya menurut tingkat pendidikan.
• Komposisi penduduk berdasarkan unsur geografi, contohnya menurut tempat tinggal (di pedesaan atau perkotaan).
• Komposisi penduduk menurut ekonomi, contohnya menurut jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan.

Sex Ratio adalah perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki terhadap 100 orang wanita.

Sex Ratio = Jumlah penduduk laki-laki X 1.000
Jumlah penduduk perempuan

Angka beban ketergantungan (Dependency Ratio)
Adalah perbandingan penduduk non-produktif dengan 100 orang penduduk produktif

ABK = Jumlah penduduk 0 – 14 + jumlah penduduk 65 ke atas X 100
Jumlah penduduk 15 – 64

Jika ABK < 30 ——– Rendah
Jika ABK 30 – 40 —- Sedang
Jika ABK > 30 ——– Tinggi

Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat digambarkan dalam piramida penduduk.

Teori kependudukan Malthus :
Penduduk berkembang menurut deret ukur (2, 4, 8, 16 dst) dan bahan pangan berkembang menurut deret hitung (1, 2, 3, 4 dst)

Kelemahan teori Malthus :
1. Tidak memperhitungkan kemajuan transportasi
2. Tidak memperhitungkan kemajuan tekhnologi —- Bidang pertanian
3. Tidak memperhatikan usaha pembatasan kelahiran
Sensus = pencacahan penduduk dilaksanakan setiap 10 tahun sekali
Di Indonesia pelaksanaan sensus tahun 1930, 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000

Cara sensus :
De facto
Artinya yang dikendalikan sensus semua penduduk yang pada waktu sensus berada di wilayah tersebut
De jure
Artinya dikendalikan sensus hanya penduduk yang benar-benar bertempat tinggal di wilayah tersebut
House holder
Artinya yang mengisi format sensus adalah kepala rumah tangga atau anggota keluarga
Canvasser
Artinya yang mengisi format sensus adalah petugas sensus
Survei penduduk adalah Pengumpulan data penduduk untuk tujuan-tujuan tertentu dengan cara mengambil contoh/sampel dari suatu daerah tanpa adanya batasan waktu.
Registrasi penduduk adalah Pencatatan setiap peristiwa yang dialami penduduk, misalnya kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, dan migrasi.

Pertumbuhan penduduk
Adalah perubahan jumlah penduduk yang dipengaruhi oleh natalitas (kelahiran), mortalitas (kematian) dan migrasi
Pertumbuhan penduduk alami adalah pertumbuhan penduduk yang dipengaruhi oleh kelahiran dan kematian
Pertumbuhan penduduk total adalah pertumbuhan penduduk yang dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, imigrasi dan emigrasi.
Cara menghitung :
Pertumbuhan penduduk = Jumlah penduduk akhir tahun – jumlah penduduk awal tahun
Pt = Po (B – D) + (Mi – Mo)
Keterangan :
Pt = Jumlah penduduk pada akhir tahun
Po = Jumlah penduduk pada awal tahun
B = Jumlah kelahiran setahun
D = Jumlah kematian setahun
Mi = Jumlah imigran
Mo = Jumlah emigran
Sedangkan laju pertumbuhan penduduk adalah angka yang menunjukkan banyak atau sedikitnya pertumbuhan penduduk tiap tahun dalam kurun waktu tertentu, umumnya 10 tahun.
Cara menghitung :
Laju pertumbuhan penduduk geometris
Pt = Po ( 1 + r )t
Keterangan :
Pt : Jumlah penduduk pada tahun akhir
Po : Jumlah penduduk pada awal tahun
r : Laju pertumbuhan penduduk
t : Jangka waktu (umumnya 10 tahun)
Laju pertumbuhan eksponensial
Pt = Po.ert
Keterangan :
Pt : Jumlah penduduk pada tahun akhir
Po : Jumlah penduduk pada awal tahun
e : eksponensial (2,718282)
r : Tingkat pertumbuhan penduduk
t : Jangka waktu (umumnya 10 tahun)

Proyeksi penduduk adalah informasi perkiraan jumlah penduduk pada tahun tertentu
Pn = Po (1+r)t
Keterangan :
Pn : Jumlah penduduk pada tahun n
Po : Jumlah penduduk pada awal tahun
r : Laju pertumbuhan penduduk
t : Jangka waktu (umumnya 10 tahun)

Klasifikasi pertumbuhan penduduk :
Tetap 0%
Lambat 0,5%
Sedang 0,5 – 1%
Cepat 1 – 1,5%
Sangat cepat 1,5 – 2%
Ledakan penduduk > 2%

Kelahiran (natalitas)
Dipengaruhi oleh faktor pronatalitas dan antinatalitas
Faktor pronatalitas :
1. Perkawinan usia muda
2. Pola pikir banyak anak banyak rezeki
3. Besarnya angka kematian
4. Penilaian yang tinggi terhadap anak
Faktor antinatalitas :
1. Alat kontrasepsi — KB
2. Penundaan usia perkawinan
3. UU Perkawinan No. 1 tahun 1974
4. Peraturan pegawai negeri mengenai tunjangan anak

Angka kelahiran kasar (CBR)
Perbandingan antara jumlah penduduk pada pertengahan tahun tiap 1.000 penduduk

CBR = Jumlah kelahiran
Jumlah penduduk

Angka kelahiran umum (GFR)
• GFR = Jumlah kelahiran 1 tahun X 1.000
Jumlah wanita usia 15-44

• GFR = Jumlah kelahiran 1 tahun X 1.000
Jumlah wanita usia 15-49

Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur (Age Specific Fertility Rate/ASFR)
Angka yang menunjukan banyaknya kelahiran hidup dari 1000 wanita pada kelompok usia tertentu dalam waktu 1 tahun. Misalnya: Usia 15-19, 20-24, 25-29, dll. Biasanya interval 5 tahun

ASFR = Jumlah kelahiran dalam klompok umur tertentu x 1.000
Banyaknya wanita dalam kelompok umur tertentu

Kematian (mortalitas)
Kematian dipengaruhi oleh promortalitas dan antimortalitas
Faktor promortalitas :
1. Fasilitas kesehatan belum memadai
2. Tingkat kesehatan belum memadai
3. Kekurangan gizi
4. Pencemaran lingkungan
5. Kecelakaan lalu lintas
6. Peperangan
7. Bencana alam dan wabah penyakit
8. Pembunuhan

Angka kematian kasar (CDR) :

Jumlah kematian 1 tahun X 1.000
Jumlah penduduk pada pertengahan tahun

Angka Kematian Menurut Kelompok Umur (ASDR)
Angka yang menunjukan banyaknya kelahiran hidup dari 1000 wanita pada kelompok usia tertentu dalam waktu 1 tahun. Misalnya:
• Usia balita
• Usia lanjut
• Penduduk kelompok usia tertentu yang mempunyai resiko mati tinggi

Jumlah kematian penduduk usia tertentu dalam 1 tahun X 1.000
Jumlah penduduk usia tertentu pada pertengahan tahun

Angka kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR)
Adalah perbandingan antara kematian bayi yang usianya kurang dari 1 tahun dan jumlah kelahiran hidup selama tahun tertentu.

IMR = Jumlah kematian bayi selama tahun tertentu X 1.000
jumlah kelahitan hidup selama tahun tertentu

IMR < 10/1.000 Jiwa ——– Rendah
IMR = 35 – 75/1.000 Jiwa — Sedang
IMR = 75 – 125/1.000 jiwa – Tinggi
IMR > 125/1.000 jiwa ——– Sangat tinggi

Migrasi
Perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap

Faktor pendorong (Push factor) :
• Lapangan pekerjaan di tempat asal tidak memadai
• Kurangnya sumberdaya alam
• Adanya tekanan-tekanan secara sosiologis seperti, politik, agama, dan budaya
• Alasan pendidikan, pekerjaan, atau perkawinan
• Bencana alam

Faktor penarik (Pull factor)
• Banyaknya lapangan pekerjaan
• Pendidikan yang lebih baik
• Keadaan lingkungan dan keadaan hidup yang mrenguntungkan/mendukung
• Tersedianya sarana dan prasarana yang baik

Angka migrasi masuk (Mi)
Menunjukkan jumlah pendatang (imigran) tiap 1.000 penduduk tempat tujuan selama 1 tahun.
Mi = Jumlah imigran X 1.000
Jumlah penduduk

Angka migrasi keluar (Mo)
Menunjukkan jumlah penduduk yang keluar dari daerah tempat tinggalnya (emigran)

Mo = Jumlah emigran X 1.000
Jumlah penduduk

Angka migrasi netto (Mn)
Mn = Jumlah imigran – jumlah emigran X 1.000
Jumlah penduduk

Mn = Angka migrasi masuk (Mi) – Angka migrasi keluar (Mo)

Persebaran atau distribusi penduduk adalah akumulasi penduduk yang terpencar dalam suatu daerah atau wilayah dan dalam waktu tertentu
Adanya perbedaan persebaran dari satu wilayah ke wilayah yang lainnya dipengaruhi oleh faktor alami dan nonalami yang saling terkati
• Faktor alami adalah ketersediaan lingkungan alam, seperti kesuburan tanah, iklim, relief, dan sumber alam
• Faktor nonalami adalah ketersediaan berbagai fasilitas umum yang dibutuhkan, seperti lembaga pendidikan, pusat perkantoran, pabrik dan rumah sakit

Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan rata-rata penduduk per km2 pada suatu wilayah
a. Kepadatan penduduk aritmatik
Perbandingan antara jumlah penududuk dengan seluruh luas wilayah
Jumlah penduduk (jiwa)
Luas wilayah ( km2 )

b. Kepadatan penduduk agraris
Perbandingan antara penduduk yang mempunyai aktivitas di sektor pertanian (petani) dan luas lahan yang dapat diolah untuk pertanian
Jumlah petani (jiwa)
Luas lahan pertanian ( km2)

c. Kepadatan penduduk fisiologis
Perbandingan antara jumlah penduduk dan luas lahan pertanian
Jumlah penduduk (jiwa)
Luas lahan pertanian ( km2)

d. Kepadatan penduduk ekonomi
Perbandingan antara jumlah penduduk dan luas lahan menurut kapasitas produksinya.
Mengingat sulitnya menentukan kapasitas produksi suatu wilayah, perhitungan kepadatan penduduk ekonomi jarang dipergunakan.




ALL ABOUT GEOGRAPHY

Rencananya blog ini akan dijadikan sebagai blog untuk sumber belajar geografi

jadi buat kalian-kalian yang punya info tentang knowledge geography bisa dikirimkan ke blog ini

atau kalau ada yang mau sharing tentang geografi bisa juga di blog ini!

ok! selamat begabung di geografi community!!!!

around_world

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.