ANTOPOSFER

bwt-skul


Antroposfer adalah lapisan manusia dan kehidupannya di permukaan bumi.


Istilah-istilah yang berkaitan dengan kependudukan
1. Dinamika penduduk adalah perubahan penduduk yang disebabkan adanya kelahiran, kematian dan migrasi.

2. Transisi demografi adalah kondisi yang merupakan proses perubahan dari tingkat kelahiran dan kematian yang tinggi secara perlahan menuju ke tingkat menengah dan rendah.

3. Komposisi penduduk adalah penggolongan penduduk berdasarkan kriteria tertentu, seperti jenis kelamin, umur, pendidikan, mata pencaharian, agama, suku bangsa dan sebagainya.

Secara umum komposisi penduduk dibedakan menjadi empat macam, yaitu :
• Komposisi penduduk berdasarkan unsur biologi, contohnya menurut umur dan jenis kelamin.
• Komposisi penduduk berdasarkan unsur sosial, contohnya menurut tingkat pendidikan.
• Komposisi penduduk berdasarkan unsur geografi, contohnya menurut tempat tinggal (di pedesaan atau perkotaan).
• Komposisi penduduk menurut ekonomi, contohnya menurut jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan.

Sex Ratio adalah perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki terhadap 100 orang wanita.

Sex Ratio = Jumlah penduduk laki-laki X 1.000
Jumlah penduduk perempuan

Angka beban ketergantungan (Dependency Ratio)
Adalah perbandingan penduduk non-produktif dengan 100 orang penduduk produktif

ABK = Jumlah penduduk 0 – 14 + jumlah penduduk 65 ke atas X 100
Jumlah penduduk 15 – 64

Jika ABK < 30 ——– Rendah
Jika ABK 30 – 40 —- Sedang
Jika ABK > 30 ——– Tinggi

Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat digambarkan dalam piramida penduduk.

Teori kependudukan Malthus :
Penduduk berkembang menurut deret ukur (2, 4, 8, 16 dst) dan bahan pangan berkembang menurut deret hitung (1, 2, 3, 4 dst)

Kelemahan teori Malthus :
1. Tidak memperhitungkan kemajuan transportasi
2. Tidak memperhitungkan kemajuan tekhnologi —- Bidang pertanian
3. Tidak memperhatikan usaha pembatasan kelahiran
Sensus = pencacahan penduduk dilaksanakan setiap 10 tahun sekali
Di Indonesia pelaksanaan sensus tahun 1930, 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000

Cara sensus :
De facto
Artinya yang dikendalikan sensus semua penduduk yang pada waktu sensus berada di wilayah tersebut
De jure
Artinya dikendalikan sensus hanya penduduk yang benar-benar bertempat tinggal di wilayah tersebut
House holder
Artinya yang mengisi format sensus adalah kepala rumah tangga atau anggota keluarga
Canvasser
Artinya yang mengisi format sensus adalah petugas sensus
Survei penduduk adalah Pengumpulan data penduduk untuk tujuan-tujuan tertentu dengan cara mengambil contoh/sampel dari suatu daerah tanpa adanya batasan waktu.
Registrasi penduduk adalah Pencatatan setiap peristiwa yang dialami penduduk, misalnya kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, dan migrasi.

Pertumbuhan penduduk
Adalah perubahan jumlah penduduk yang dipengaruhi oleh natalitas (kelahiran), mortalitas (kematian) dan migrasi
Pertumbuhan penduduk alami adalah pertumbuhan penduduk yang dipengaruhi oleh kelahiran dan kematian
Pertumbuhan penduduk total adalah pertumbuhan penduduk yang dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, imigrasi dan emigrasi.
Cara menghitung :
Pertumbuhan penduduk = Jumlah penduduk akhir tahun – jumlah penduduk awal tahun
Pt = Po (B – D) + (Mi – Mo)
Keterangan :
Pt = Jumlah penduduk pada akhir tahun
Po = Jumlah penduduk pada awal tahun
B = Jumlah kelahiran setahun
D = Jumlah kematian setahun
Mi = Jumlah imigran
Mo = Jumlah emigran
Sedangkan laju pertumbuhan penduduk adalah angka yang menunjukkan banyak atau sedikitnya pertumbuhan penduduk tiap tahun dalam kurun waktu tertentu, umumnya 10 tahun.
Cara menghitung :
Laju pertumbuhan penduduk geometris
Pt = Po ( 1 + r )t
Keterangan :
Pt : Jumlah penduduk pada tahun akhir
Po : Jumlah penduduk pada awal tahun
r : Laju pertumbuhan penduduk
t : Jangka waktu (umumnya 10 tahun)
Laju pertumbuhan eksponensial
Pt = Po.ert
Keterangan :
Pt : Jumlah penduduk pada tahun akhir
Po : Jumlah penduduk pada awal tahun
e : eksponensial (2,718282)
r : Tingkat pertumbuhan penduduk
t : Jangka waktu (umumnya 10 tahun)

Proyeksi penduduk adalah informasi perkiraan jumlah penduduk pada tahun tertentu
Pn = Po (1+r)t
Keterangan :
Pn : Jumlah penduduk pada tahun n
Po : Jumlah penduduk pada awal tahun
r : Laju pertumbuhan penduduk
t : Jangka waktu (umumnya 10 tahun)

Klasifikasi pertumbuhan penduduk :
Tetap 0%
Lambat 0,5%
Sedang 0,5 – 1%
Cepat 1 – 1,5%
Sangat cepat 1,5 – 2%
Ledakan penduduk > 2%

Kelahiran (natalitas)
Dipengaruhi oleh faktor pronatalitas dan antinatalitas
Faktor pronatalitas :
1. Perkawinan usia muda
2. Pola pikir banyak anak banyak rezeki
3. Besarnya angka kematian
4. Penilaian yang tinggi terhadap anak
Faktor antinatalitas :
1. Alat kontrasepsi — KB
2. Penundaan usia perkawinan
3. UU Perkawinan No. 1 tahun 1974
4. Peraturan pegawai negeri mengenai tunjangan anak

Angka kelahiran kasar (CBR)
Perbandingan antara jumlah penduduk pada pertengahan tahun tiap 1.000 penduduk

CBR = Jumlah kelahiran
Jumlah penduduk

Angka kelahiran umum (GFR)
• GFR = Jumlah kelahiran 1 tahun X 1.000
Jumlah wanita usia 15-44

• GFR = Jumlah kelahiran 1 tahun X 1.000
Jumlah wanita usia 15-49

Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur (Age Specific Fertility Rate/ASFR)
Angka yang menunjukan banyaknya kelahiran hidup dari 1000 wanita pada kelompok usia tertentu dalam waktu 1 tahun. Misalnya: Usia 15-19, 20-24, 25-29, dll. Biasanya interval 5 tahun

ASFR = Jumlah kelahiran dalam klompok umur tertentu x 1.000
Banyaknya wanita dalam kelompok umur tertentu

Kematian (mortalitas)
Kematian dipengaruhi oleh promortalitas dan antimortalitas
Faktor promortalitas :
1. Fasilitas kesehatan belum memadai
2. Tingkat kesehatan belum memadai
3. Kekurangan gizi
4. Pencemaran lingkungan
5. Kecelakaan lalu lintas
6. Peperangan
7. Bencana alam dan wabah penyakit
8. Pembunuhan

Angka kematian kasar (CDR) :

Jumlah kematian 1 tahun X 1.000
Jumlah penduduk pada pertengahan tahun

Angka Kematian Menurut Kelompok Umur (ASDR)
Angka yang menunjukan banyaknya kelahiran hidup dari 1000 wanita pada kelompok usia tertentu dalam waktu 1 tahun. Misalnya:
• Usia balita
• Usia lanjut
• Penduduk kelompok usia tertentu yang mempunyai resiko mati tinggi

Jumlah kematian penduduk usia tertentu dalam 1 tahun X 1.000
Jumlah penduduk usia tertentu pada pertengahan tahun

Angka kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR)
Adalah perbandingan antara kematian bayi yang usianya kurang dari 1 tahun dan jumlah kelahiran hidup selama tahun tertentu.

IMR = Jumlah kematian bayi selama tahun tertentu X 1.000
jumlah kelahitan hidup selama tahun tertentu

IMR < 10/1.000 Jiwa ——– Rendah
IMR = 35 – 75/1.000 Jiwa — Sedang
IMR = 75 – 125/1.000 jiwa — Tinggi
IMR > 125/1.000 jiwa ——– Sangat tinggi

Migrasi
Perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap

Faktor pendorong (Push factor) :
• Lapangan pekerjaan di tempat asal tidak memadai
• Kurangnya sumberdaya alam
• Adanya tekanan-tekanan secara sosiologis seperti, politik, agama, dan budaya
• Alasan pendidikan, pekerjaan, atau perkawinan
• Bencana alam

Faktor penarik (Pull factor)
• Banyaknya lapangan pekerjaan
• Pendidikan yang lebih baik
• Keadaan lingkungan dan keadaan hidup yang mrenguntungkan/mendukung
• Tersedianya sarana dan prasarana yang baik

Angka migrasi masuk (Mi)
Menunjukkan jumlah pendatang (imigran) tiap 1.000 penduduk tempat tujuan selama 1 tahun.
Mi = Jumlah imigran X 1.000
Jumlah penduduk

Angka migrasi keluar (Mo)
Menunjukkan jumlah penduduk yang keluar dari daerah tempat tinggalnya (emigran)

Mo = Jumlah emigran X 1.000
Jumlah penduduk

Angka migrasi netto (Mn)
Mn = Jumlah imigran – jumlah emigran X 1.000
Jumlah penduduk

Mn = Angka migrasi masuk (Mi) – Angka migrasi keluar (Mo)

Persebaran atau distribusi penduduk adalah akumulasi penduduk yang terpencar dalam suatu daerah atau wilayah dan dalam waktu tertentu
Adanya perbedaan persebaran dari satu wilayah ke wilayah yang lainnya dipengaruhi oleh faktor alami dan nonalami yang saling terkati
• Faktor alami adalah ketersediaan lingkungan alam, seperti kesuburan tanah, iklim, relief, dan sumber alam
• Faktor nonalami adalah ketersediaan berbagai fasilitas umum yang dibutuhkan, seperti lembaga pendidikan, pusat perkantoran, pabrik dan rumah sakit

Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan rata-rata penduduk per km2 pada suatu wilayah
a. Kepadatan penduduk aritmatik
Perbandingan antara jumlah penududuk dengan seluruh luas wilayah
Jumlah penduduk (jiwa)
Luas wilayah ( km2 )

b. Kepadatan penduduk agraris
Perbandingan antara penduduk yang mempunyai aktivitas di sektor pertanian (petani) dan luas lahan yang dapat diolah untuk pertanian
Jumlah petani (jiwa)
Luas lahan pertanian ( km2)

c. Kepadatan penduduk fisiologis
Perbandingan antara jumlah penduduk dan luas lahan pertanian
Jumlah penduduk (jiwa)
Luas lahan pertanian ( km2)

d. Kepadatan penduduk ekonomi
Perbandingan antara jumlah penduduk dan luas lahan menurut kapasitas produksinya.
Mengingat sulitnya menentukan kapasitas produksi suatu wilayah, perhitungan kepadatan penduduk ekonomi jarang dipergunakan.




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: